
Bagi banyak jamaah Majelis Asmaul Husna, wajah teman belajar selama ini hanya terlihat di kotak kecil layar Zoom. Karena itu, pertemuan silaturahmi tatap muka selalu ditunggu dengan hati berdebar.
Dari layar ke pelukan
Sejak awal, hampir semua kegiatan majelis berjalan daring. Cara ini memudahkan jamaah dari berbagai kota untuk hadir tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Namun, ada hal yang tidak bisa digantikan layar: jabat tangan, senyum yang terlihat utuh, dan obrolan ringan sambil menikmati hidangan.
Pada pertemuan silaturahmi ini, jamaah datang dengan pakaian terbaik dan kerudung warna-warni. Sebagian membawa pasangan, sebagian membawa anak dan cucu. Ada yang baru pertama kali bertemu teman satu kelompok belajarnya, padahal sudah bertahun-tahun saling menyimak bacaan Asmaul Husna dan saling mengingatkan hafalan.
Suasana yang cair
Sambutan singkat dari pengurus dibuka dengan doa dan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah yang setia belajar. Setelah itu, acara dibiarkan mengalir. Peserta saling bercerita tentang kemajuan hafalan, tentang kesulitan melafalkan huruf tertentu, dan tentang bagaimana kegiatan pagi hari membuat hari terasa lebih tenang.
Foto bersama menjadi penutup. Dengan spanduk silaturahmi di belakang, jamaah berbaris, berdesakan, dan tertawa saat fotografer meminta semua orang merapat.
Mengapa pertemuan seperti ini penting
Menuntut ilmu bukan hanya soal materi. Ia juga soal rasa memiliki. Ketika jamaah merasa dikenal dan diterima, semangat belajar ikut terjaga. Pertemuan tatap muka menjadi bahan bakar bagi sesi-sesi daring berikutnya.
Pengurus berharap pertemuan seperti ini dapat terus diadakan secara berkala, sesuai kemampuan dan kesiapan jamaah. Jamaah yang ingin mengetahui kabar pertemuan berikutnya dapat menghubungi admin keanggotaan.
Catatan: berita ini adalah contoh tulisan untuk keperluan tampilan situs dan akan diganti dengan liputan asli oleh pengurus.
Bermanfaat? Bagikan berita ini ke keluarga dan teman.
