
Rombongan Majelis Asmaul Husna menempuh perjalanan untuk berdaurah, atau belajar intensif bersama, di Pondok Pesantren Al Maghfiroh. Kunjungan ini menjadi salah satu kegiatan tatap muka yang dirangkum yayasan dalam dokumentasinya.
Belajar di lingkungan pesantren
Daurah berbeda dari kajian rutin mingguan. Peserta berkumpul dalam satu tempat, belajar dari pagi, dan berbagi waktu istirahat serta makan bersama. Di pesantren, suasananya terasa lain. Jamaah melihat langsung bagaimana para santri menjalani hari dengan tertib, mulai dari bangun sebelum subuh hingga belajar malam.
Dalam sesi yang dipandu pengajar, peserta menyimak materi lewat layar presentasi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana, diselingi tanya jawab. Jamaah lansia yang duduk di barisan depan beberapa kali mengangkat tangan untuk bertanya, dan pengajar menjawab dengan sabar.
Kegiatan lain di pesantren
Selain kajian, rombongan juga mengikuti kegiatan bersama yang tercatat dalam dokumentasi yayasan. Jamaah berkesempatan berbincang dengan pengurus pesantren, mengenal lingkungan, dan saling mendoakan.
Menurut pengurus, kunjungan semacam ini punya dua tujuan. Pertama, memberi pengalaman belajar langsung di luar layar. Kedua, menjalin silaturahmi dengan pesantren dan masjid yang dapat menjadi mitra kegiatan di masa mendatang.
Pelajaran dari perjalanan
Banyak peserta pulang dengan semangat baru. Ada yang berjanji lebih rajin mengikuti sesi daring, ada yang tergerak untuk memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Seorang peserta mengatakan bahwa suasana pesantren mengingatkannya pada masa muda ketika belajar mengaji di surau.
Majelis Asmaul Husna terus membuka pendaftaran bagi siapa pun yang ingin belajar. Seluruh kegiatan rutin berlangsung lewat Zoom, dan calon anggota dapat mendaftar melalui admin keanggotaan.
Catatan: berita ini adalah contoh tulisan untuk keperluan tampilan situs dan akan diganti dengan liputan asli oleh pengurus.
Bermanfaat? Bagikan berita ini ke keluarga dan teman.
