
Kepedulian jamaah Majelis Asmaul Husna tidak berhenti di ruang belajar. Ketika bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera, para jamaah bergerak mengumpulkan bantuan untuk disalurkan melalui Pesantren Darul Tauhid.
Mengapa lewat pesantren
Pengurus memilih Pesantren Darul Tauhid sebagai penyalur karena lembaga ini dapat menjangkau warga terdampak secara langsung. Pilihan itu dibuat agar bantuan tepat sasaran dan sampai kepada yang membutuhkan.
Gerak jamaah
Seruan untuk membantu disampaikan lewat grup WhatsApp dan di sela sesi Zoom. Para jamaah menanggapinya dengan cepat. Sebagian menyumbang dana, sebagian membantu menyebarkan informasi, dan sebagian lagi mendoakan. Jamaah lansia pun ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Tidak ada sumbangan yang dianggap kecil.
Menurut pengurus, semangat berbagi ini lahir dari pelajaran yang selama ini dipelajari bersama. Ketika jamaah mengenal nama Allah Ar-Razzaq, Yang Maha Pemberi Rezeki, mereka diajak mengamalkannya lewat kemurahan hati kepada sesama.
Doa bersama
Selain penyaluran bantuan, jamaah menggelar doa bersama untuk para korban. Doa dibacakan dalam sesi malam, dipimpin pengajar, dan diikuti dengan khusyuk. Banyak peserta yang menitikkan air mata ketika mendengar kisah para penyintas.
Laporan dan terima kasih
Pengurus menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah berpartisipasi. Laporan penyaluran akan disampaikan secara terbuka kepada jamaah, dan rincian dapat dilihat di halaman Donasi setelah datanya dilengkapi.
Yayasan juga membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan sosial berikutnya. Informasi lengkap dapat ditanyakan kepada admin keanggotaan.
Catatan: berita ini adalah contoh tulisan untuk keperluan tampilan situs. Foto sampul adalah foto contoh. Tidak ada angka bantuan dalam tulisan ini karena rinciannya belum diberikan pengurus.
Bermanfaat? Bagikan berita ini ke keluarga dan teman.
